Keutamaan Maaf

Anas dari Rasulullah saw., dia
berkata bahwa ketika Rasulullah saw. sedang duduk,
kami melihat beliau tertawa sampai terlihat gigi
depannya. Maka Umar bertanya, “Apa yang membuatmu
tertawa wahai Rasulullah?’ Rasulullah saw. menjawab,
“Dua orang dari umatku duduk berlutut di hadapan
Rabbul Izzah (Allah swt.), salah satu darinya berkata,
‘Ya Tuhan, berikanlah hakku karena kezaliman yang
dilakukan saudaraku atas diriku.’

Maka Allah swt.
berfirman, ‘Berikan kepada saudaramu haknya karena
kezalimanmu.’ Orang itu menjawab, ‘Wahai Tuhan,
kebaikan-Ku sudah tidak tersisa lagi.’ Maka Allah
berfirman kepada penuntut keadilan, ‘Bagaimana
menurutmu, kebaikannya sudah tidak tersisa lagi
sedikitpun?’ Penuntut keadilan tersebut berkata,
‘Wahai Tuhan, aku mau dia menanggung dosa-dosaku.’”
Anas berkata, “Air mata Rasulullah meleleh karena
menangis, kemudian bersabda, ‘Sungguh hari itu adalah
hari besar.

Hari di mana setiap manusia butuh
seseorang yang mau menanggung dosa-dosanya.’
Rasulullah kembali berkata, ‘Kemudian Allah berfirman
kepada penuntut keadilan, ‘Angkatlah kepalamu dan
lihatlah di dalam surga!’ Maka penuntut keadilan
mengangkat kepalanya dan berkata, ‘Wahai Tuhan, aku
melihat kota-kota terbuat dari perak yang menjulang
dan istana-istana dari emas bermahkota mutiara, untuk
nabi siapa ini, ya Allah? Atau untuk shiddiq (orang
yang jujur dan benar imannya) yang mana? Atau untuk
syahid yang mana?’ Allah berfirman, ‘Bagi orang yang
memberikan-Ku sesuatu yang berharga.’ Penuntut
keadilan tersebut berkata, ‘Wahai Tuhan, siapa yang
memiliki barang berharga tersebut?’ Allah berfirman,
‘Kamu memilikinya,’ penuntut keadilan berkata, ‘Apa
itu?’ Allah menjawab, ‘Kamu memberikan maaf kepada
saudaramu.’ Penuntut keadilan berkata, ‘Wahai Tuhan,
sungguh aku telah memaafkannya.’ Allah swt. berfirman,
‘Gandenglah tangan saudaramu dan masukkanlah dia ke
dalam surga.’

Kemudian pada saat itu Rasulullah saw.
bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah
hubungan antara kalian, sesungguhnya Allah swt.
memperbaiki (mendamaikan) antara orang-orang
beriman.’” (Mukasyafat al-Qulub, karya Abu Hamid
al-Ghazali) (Zuhr al-Riyadl)

Iklan

Yakinlah impian anda pasti menjadi kenyataan….

Saudaraku..
Saat ini saya bukanlah siapa-siapa untuk mengatakan kepada anda makna sebuah kesuksesan,tapi ijin kanlah saya menyampaikan pengalaman hidup bahwa impian akan menjadi kenyataan.Karena pengalaman hidup yang telah saya jalani menjadi obor keyakinan terhadap cita-cita dan impian yang sedang saya genggam.saya sangat yakin 5 tahun kedepan bisa memberi kontribusi walau hanya setetes embun untuk kemajuan bangsa dan ummat dengan menjadi Personal Development Trainer.

Dulu diwaktu saya masih sekolah ditingkat menengah umum,saya dan teman-teman mengadakan meeting untuk mengadakan study tour kebeberapa pesantren dan juga perguruan tinggi yang ada di sumatera barat.hari-hari yang ditempuh untuk melaksanakan agenda tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.Proposalpun dikirim,hingga tiba lah hari yang ditunggu.Memastikan berapa orang yang ikut,ternyata uang dari dana yang kami tetapkan untuk tiap siswa tidak mencukupi,tapi alhamdulillah sebelum berangkat dapat kabar proposal diterima dan hari itu juga panitia mengambilnya.Perjalanan alhamdulillah berjalan dengan lancar.Dalam perjalanan saya berdiskusi dengan shahabat dekat saya,nama nya M.Bulqia,saya mengatakan “Bulqia,hari ini kita melakukan study tour kepadang,nanti kalau kita kuliah kita harus bisa ke Jawa”.
Alhamdulillah perjalanan ke kota Padang berawal dari impian diwujudkan menjadi kenyataaan.

Kemudian pertengahan maret dan april tahun 2003.UGM buka pendaftaran mahasiswa baru untuk daerah,itu khusus terjadi di 2003 silahkan anda cek kembali.Uang pendaftaran sebesar Rp.100.000,- saat itu minta ijin kepada almarhum orang tua,tapi mereka tidak mengijinkan karena dari financial tidak memungkinkan dan tidak mau mengecewakan jika seandainya saya lulus diterima.(Ayah ibu kutahu engkau sangat menyayangiku).
Selain mau melajutkan kuliah dipulau jawa saya juga sangat ingin berpergian dengan menggunakan pesawat.(maklum wong deso lihat pesawat aja senang).

Minggu 26 desember 2004 jam 08.15,tsunami datang meratakan tanah Aceh,berdiam selama 1,5 bulan di barak camp pengungsian sambil membantu volunteer dari luar untuk menterjemahkan bahasa English-Aceh-Indonesia.dapat kabar dari sepupu yang ada dijakarta ada peluang beasiswa untuk korban tsunami.besoknya urus tiket Adam air berangkatlah kejakarta.Didalam pesawat sambil melihat Aceh dari ketinggian terbayang masa kecil saat almarhum bapak sering mengajak saya jalan-jalan sore ke Bandara Sultan iskandar muda,menunggu Garuda landing dari Jakarta.Saat itu terucap “Pak ruangan dalam pesawat bagaimana bentuk nya..?”Bapak saya menjawab “Apakah kamu mau berpergian dengan pesawat dan melihat ruangannya..?bercita-citalah nak suatu saat nanti kamu akan berada didalam sana…”
Alhamdulliah keinginan melajutkan study dipulau jawa dan melihat ruangan pesaawat terwujud.Terima kasih ya Allah doa ku dikabulkan.

Saudaraku sungguh tidak ada unsur riya atau kesombongan dari pengalaman hidup yang telah saya lalui,saya yakin cerita hidup perjuangan anda lebih dari kehidupan yang telah saya jalankan.Disini saya hanya ingin menguatkan bahwa;apapun yang kita cita-cita kan dengan penuh keyakinan bertawakkal kepada Allah itu akan tercapai.Bahkan kita lihat para achiver-achiver dunia,mereka membuktikan kepada kita sekarang bahwa semua itu berawal dari sebuah mimpi.So saudaraku,teruslah genggam impian yang telah anda tetapkan,jangan biarkan kata-kata negative,cemohan,hinaan,sindiran,dan kawan-kawan nya menjadi penghalang dan rintangan dalam mencapi impian anda.Anggaplah seolah-olah itu telah terjadi hingga suatau saat nanti itu benar-benar menjadi kenyataan dan kita bersyukur kepada Nya Alhamdulillah ya Allah.
“Faiza ‘azamta ftawakkal ‘allah”

Do it now or never forever..

Source : tcc-trainer.blogspot.com

LANGKAH-LANGKAH MENUJU SUKSES

Banyak jalan menuju Roma, begitu kata peribahasa. Anda pasti sering mendengar itu, artinya banyak jalan menuju sukses. Tetapi mengapa masih banyak orang tidak sampai ke tempat sukses? Padahal katanya banyak jalan menuju ke sukses. Yah, meskipun ada banyak jalan menuju sukses, tetapi kalau Anda tidak tahu ciri-ciri, atau kriteria jalannya, tentu saja Anda tidak akan sampai ke tempat sukses itu.

Kalau seseorang tidak tahu jalan mana yang harus dilalui untuk menuju sukses, atau dia salah jalan, maka dia tidak akan pernah menjadi sukses. Pokok terpenting di sini adalah, bahwa sukses itu bukan sesuatu yang bisa diperoleh secara instant, sukses bukan semata-mata sebuah keberuntungan, atau kebetulan belaka. Inilah paham penting yang lebih dulu harus dipahami. Tidak ada kebetulan dan keberuntungan semata di dalam sukses. Ada tahapan-tahapan langkah untuk meraih kesuksesan. Ada langkah-langkah tindakan yang harus diambil dan dijalankan.

Dasar utama sebagai pijakan awal untuk melangkah menuju kesuksesan adalah ANDA HARUS MEMPUNYAI IMPIAN atau keinginan atau cita-cita. Tanpa adanya impian ini, Anda tidak mungkin bisa melangkah lebih jauh lagi untuk menuju sukses. Anda bisa melihat kedahsyatan sebuah impian ini. Banyak contoh bisa Anda saksikan, sesuatu yang bermula dari impian, kemudian benar-benar menjadi sebuah kenyataan.

Kisah penemuan bola lampu listrik dari Thomas Alva Edison juga bisa menjadi contoh nyata dari sebuah impian. Berbagai bangunan bersejarah yang masuk di dalam “Keajaiban Dunia”, seperti Candi Borobudur, Tembok Besar China, Piramida, Menara Eiffel, Taj Mahal, itu juga pasti diawali dengan sebuah impian, bukan? Atau pun berbagai penemuan dan terobosan di dunia industri elektronik, misalnya Teknologi 3 G yang memungkinkan Anda bisa melihat lawan bicara lewat telepon seluler, itu pasti sebuah hasil nyata dari impian sebelumnya.

Oleh sebab itu Anda harus mempunyai impian, dan mulai memikirkan impian Anda tersebut. Kenapa impian harus dipikirkan? Sebab, jika sebuah impian itu hanya sebatas mimpi yang tidak ada usaha memikirkannya, maka itu akan segera berubah menjadi LAMUNAN saja. IMPIAN dan LAMUNAN sangat berbeda maknanya. IMPIAN itu bukan LAMUNAN, dan LAMUNAN bukanlah IMPIAN. Sebuah impian menuntut adanya sebuah pemikiran, tetapi jika hanya lamunan, itu adalah “mimpi di siang bolong”. Impian yang terus menerus dipikirkan, maka pada gilirannya akan berubah menjadi kenyataan. (Bacalah buku saya, “The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit”)

Pikirkan impian Anda, sebab dengan memikirkannya, maka otak Anda akan segera mencari jalan selanjutnya untuk mengantarkan Anda menuju sukses. Jadi, langkah berikutnya setelah Anda PUNYA IMPIAN, adalah PIKIRKAN APA YANG TELAH ANDA IMPIKAN. Kemudian setelah Anda memikirkan impian tersebut, maka Anda harus benar-benar menginginkan impian Anda itu.

Jika Anda sudah benar-benar menginginkan impian Anda, maka seluruh energi di dalam diri Anda akan berkumpul dan bekerjasama demi meraih keinginan impian itu. Tetapi jika Anda tidak benar-benar menginginkan impian Anda, atau Anda cenderung ragu-ragu dengan impian yang telah Anda pikirkan itu, maka Anda tidak akan punya energi besar untuk menggapai apa yang telah Anda impikan itu. Jadi terpenting di sini adalah, Anda harus menginginkan apa yang telah Anda pikirkan tentang impian Anda tersebut, singkatnya: INGINKAN APA YANG TELAH ANDA PIKIRKAN. Inilah langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan.

Kemudian, Anda tetap harus melangkah ke depan lagi dengan cara mengambil keputusan terhadap keinginan untuk meraih impian yang telah Anda pikirkan itu. Ambillah keputusan secara berani, pasti dan tegas terhadap keinginan Anda ini. Tanpa keberanian mengambil keputusan untuk tetap menginginkan impian Anda, maka Anda akan berjalan di tempat saja, tidak akan sampai ke tujuan. Sehingga dengan demikian, maka Anda harus berani PUTUSKAN APA YANG TELAH ANDA INGINKAN, maka Anda bisa melangkah ke jenjang berikutnya, yaitu perencanaan untuk menuju sasaran impian Anda.

Jika Anda sudah memutuskan keinginan untuk mendapatkan impian, tetapi tidak merencanakan strategi untuk mencapainya, maka itu seperti “berjalan mundur” kembali. Anda harus membuat perencanaan matang menuju sukses Anda sendiri. Tentang rencana ini sudah saya kupas di dalam buku saya sebelumnya, “Super Mind for Successful Life” (sebaiknya Anda membacanya). Jadi inilah langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah: RENCANAKAN APA YANG TELAH ANDA PUTUSKAN.

Merencanakan kesuksesan memang mutlak harus dilakukan. Tidak ada sukses yang tanpa direncanakan. Sukses itu sendiri adalah suatu rencana, bukan? Tentu saja, Anda pun pasti berencana untuk sukses, Anda punya rencana kebahagiaan, Anda berencana untuk membeli mobil, rumah dan lain sebagainya. Untuk itu, Anda pasti harus mempersiapkan segala sesuatunya di dalam berbagai rencana Anda untuk meraih sukses. Jadi memang sebuah sukses butuh perencanaan. Kong Hu Cu, seorang filsuf China termashur, juga pernah mengatakan, “Dalam segala hal, sukses bergantung pada persiapan sebelumnya; dan tanpa persiapan sejak awal seperti itu, pasti akan terjadi kegagalan”.

Berkaitan dengan rencana yang telah dipersiapkan untuk sukses ini, kebanyakan dari kita selalu sanggup dan bisa membuat rencana sukses dengan bagus sekali. Tetapi, sebagian dari kita seringkali merasa berat untuk menjalankan rencana yang telah dibuat dengan rapi dan bagus sekali itu. Mereka ini tidak mau untuk segera melakukan apa yang telah direncanakannya tersebut. Tentu saja jika sebuah rencana sebagus apa pun, yang tidak pernah dilakukan, maka itu sama saja dengan perbuatan sia-sia. Mereka dengan sia-sia telah mengarahkan kemampuan untuk membuat rencana, tapi tidak dilakukannya.

Rencana sukses yang biasa-biasa saja masih jauh lebih baik jika dilakukan segera, dibandingkan rencana bagus sekali tapi tidak dilakukan. Oleh sebab itu, jika Anda tetap menginginkan perjalanan menuju sukses Anda itu lancar, maka Anda harus melakukan tindakan sesuai rencana yang telah Anda susun tersebut. Jadi langkah berikutnya untuk menuju sukses Anda adalah: LAKUKAN APA YANG TELAH ANDA RENCANAKAN.

Dalam kaitan melakukan segala sesuatu yang telah kita rencanakan, tentunya kita membutuhkan keyakinan, baik keyakinan pada kemampuan diri sendiri maupun keyakinan pada rencana yang telah kita susun dengan bagus tersebut. Tanpa ada keyakinan, maka dalam melakukan tindakan, Anda pasti akan merasa “gamang” atau ragu-ragu, khawatir dan hal-hal negatif lainnya. Oleh sebab itu, Anda harus meyakini apa pun yang telah Anda lakukan sesuai dengan rencana-rencana sukses Anda itu. Dengan keyakinan ini, maka anda akan bisa terus melangkah menuju sukses sesuai dengan impian Anda. Jadi, untuk tetap melangkah menuju sukses maka Anda harus YAKINI APA YANG TELAH ANDA LAKUKAN.

Hal, yang masih banyak orang tidak memahaminya adalah, sebuah sukses itu “harus diperjuangkan”, oleh sebab itu “keyakinan saja” tidaklah cukup untuk meraih kesuksesan. Sukses harus diperjuangkan, ini hal penting yang Anda harus pahami juga. Oleh karena itu, jika Anda ingin meraih sukses tanpa memiliki “semangat dan daya juang” untuk meraihnya, maka ada kemungkinan Anda akan mengalami stress, frustasi, “patah arang”, putus asa, jika Anda menemui hambatan atau halangan di perjalanan sukses Anda itu.

Jadi, Anda harus bisa membangun dan mengembangkan semangat juang Anda, supaya Anda tetap punya kekuatan dan tetap berenergi untuk melangkah menuju sukses sesuai dengan rencana impian Anda. (Bacalah buku saya, “The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit”) Sehingga Anda harus melakukan langkah selanjutnya, yaitu: PERJUANGKAN APA YANG TELAH ANDA YAKINI. Langkah ini akan mengantar Anda ke langkah berikutnya, yaitu sebuah langkah untuk menyukseskan perjuangan Anda dalam menempuh perjalanan sukses itu sendiri.

Dalam memperjuangkan sesuatu, hendaknya Anda tidak melakukannya “setengah-setengah”, jangan “setengah hati” saat memperjuangkan impian Anda. Jika Anda melakukan perjuangan menuju sukses ini dengan “setengah-setengah”, maka hasil perjuangan Anda pun bisa tidak jelas. Ingatlah, bahwa Tuhan Allah selalu menuruti keinginan kita yang berusaha dengan sungguh-sungguh. Allah ingin kita punya kesabaran, ketekunan, maupun keuletan di dalam setiap langkah usaha kita dalam meraih kebahagiaan dan kesuksesan hidup. Oleh karena itu, jika Anda menginginkan hasil sepadan dengan tindakan meraih sukses, maka Anda tentu saja harus menyukseskan perjuangan sukses Anda tersebut. Jadi lakukan langkah ini, SUKSESKAN APA YANG TELAH ANDA PERJUANGKAN.

Di konsep S-M-A-R-T-E-R seperti sudah saya singgung sebelumnya di Blog ini, maka Anda mempunyai hak untuk memberikan “reward” atau hadiah bagi diri Anda sendiri, yang telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraih sukses, dan berhasil. Oleh karena setelah memperoleh keberhasilan meraih impian Anda ini, maka suatu hal yang wajar, bahkan menurut saya itu harus dilakukan, yaitu: menikmati kesuksesan yang telah Anda peroleh itu.

Anda boleh saja bersenang-senang dengan orang-orang yang Anda cintai, karena Anda telah berhasil mendapatkan sukses impian Anda. Anda boleh mengadakan “pesta syukuran” atau berwisata untuk merayakan kesuksesan Anda. Ini adalah sebuah “reward” untuk diri Anda yang telah berhasil dengan sukses meraih impian Anda sendiri. Hal ini juga merupakan langkah lanjutan menuju sukses, yaitu: NIKMATI APA YANG TELAH ANDA SUKSESKAN.

Ada peribahasa bijak yang mengatakan, bahwa “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, dan kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda”. Kalimat awal, “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”, ini bisa memotivasi setiap orang, bahwa masing-masing orang pasti bisa memperoleh kesuksesan pada gilirannya nanti. Dan, kalimat berikutnya, “kesuksesan adalah kegagalan yang tertunda”, inilah kalimat bijak yang bisa mengingatkan setiap orang untuk selalu waspada di saat mereka telah berhasil meraih sukses impiannya. Setiap orang memang semestinya bersikap waspada terhadap kesuksesannya sendiri, dalam pengertian, mereka jangan sampai terlena dengan sukses mereka itu. Demikian juga halnya dengan “menikmati kesuksesan”, atau memberikan “reward” untuk dirinya, tetap harus tahu batas-batasnya.

Menikmati kesuksesan boleh-boleh saja, tetapi tetap harus dibentengi dengan sikap mental yang baik. Jika Anda menikmati kesuksesan yang telah Anda peroleh dengan semuanya sendiri, apalagi sampai keluar melampaui batas kebaikan; maka tinggal menunggu saat saja…kegagalan akan cepat menghampiri Anda lagi.

Orang sukses tetap harus mempunyai sikap mental baik dan tetap membentengi dirinya dengan keyakinan spiritual, maupun agama yang benar. Tanpa adanya “benteng moral agama” ini, maka sangatlah mudah bagi orang tersebut jatuh ke “jurang kegagalan” kembali, bahkan bisa lebih buruk dibandingkan saat awal dia meraih sukses itu. Oleh karena itu ingatlah, bahwa Anda boleh saja menikmati apa yang telah Anda sukseskan, tetapi harus tahu batasnya. Tidak ada yang bersifat abadi di dunia fana ini. Bahwa selalu ada yang “mengawasi” tindakan kita di dunia ini, yaitu Tuhan Allah. Sehingga Anda harus melakukan langkah tambahan dalam hal menikmati sukses itu, yaitu: SADARI APA YANG TELAH ANDA NIKMATI.

Dengan selalu bersikap menyadari segala kenikmatan sukses, yang telah diberikan oleh Tuhan Allah ini, maka Anda akan tetap waspada terhadap “ancaman kegagalan” yang selalu siap menghampiri setiap orang sukses. Dan, Anda akan terselamatkan dari kemunduran maupun keterpurukan hidup, dengan tetap menjaga kesadaran diri, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Anda pun akan dapat menikmati kesuksesan sejati, bukan hanya sukses sementara.
Coba kita melihat kembali, point-point utama pada langkah-langkah menuju sukses tersebut di atas, yaitu:

1. Anda harus memiliki Impian

2. Pikirkan apa yang telah Anda Impikan

3. Inginkan apa yang telah Anda Pikirkan

4. Putuskan apa yang telah Anda Inginkan

5. Rencanakan apa yang telah Anda Putuskan

6. Lakukan apa yang telah Anda Rencanakan

7. Yakini apa yang telah Anda Lakukan

8. Perjuangkan apa yang telah Anda Yakini

9. Sukseskan apa yang telah Anda Perjuangkan

10. Nikmati apa yang telah Anda Sukseskan

11. Sadari apa yang telah Anda Nikmati

Kalau Anda lihat, ada 11 (sebelas) langkah utama, yang harus Anda laksanakan untuk bisa benar-benar memperoleh sukses seperti impian atau cita-cita Anda. Jika Anda sudah berusaha melakukan kesebelas langkah tersebut di atas, yang dilandasi dengan do’a tulus kepada Allah, maka Anda tinggal menunggu hasilnya yang ditentukan oleh Allah. Ingatlah, manusia harus berusaha sekuat tenaga, baru kemudian Tuhan yang menentukan hasilnya. Kalau Anda sudah berusaha dengan segenap tenaga dan kemampuan, maka Tuhan pun akan mengikuti do’a dan keinginan impian Anda itu. Lakukanlah kesebelas langkah menuju sukses tersebut, maka Anda akan memperoleh sukses sejati di dalam kehidupan Anda. InsyaAllah.

Salam Luar Biasa Prima!

Source : tcc-trainer.blogspot.com

MOTIVASI DIRI

Saya ingin berbagi mengenai beberapa cara yang saya lakukan untuk membantu meningkatkan kualitas ENTREPRENEURSHIP pada diri saya. Semoga saja bisa bermanfaat bagi rekan-rekan Entrepreneur dalam menjalakan bisnisnya.

Ada 9 (sembilan) hal yang saya lakukan yaitu:

1. Memurnikan Niat Awal Berbisnis

***Lihat kembali Niat Anda pada saat ingin mulai bisnis sendiri. Apakah benar-benar murni berangkat dari pikiran dan hati nurani Anda? Ataukah karena Anda semata-mata tergiur melihat pebisnis yang sudah mapan dan bergelimang harta?

***Jika memang murni dari pikiran dan hati nurani Anda, maka Anda pasti bisa menyiapkan diri jauh lebih baik secara mental dan fisik untuk memulai berbisnis sendiri. Anda tahu segala resiko dan bisa memakluminya. Tetapi jika karena tergiur harta semata, maka bersiaplah untuk jadi pecundang, yang senang menyalahkan segala sesuatu selain dirinya sendiri.

2. Mengingat Visi Utama Bisnis Anda

***Saat memulai sebuah bisnis, semestinya Anda sudah menetapkan Visi Anda, apa yang menjadi dasar pijakan untuk mengembangkan bisnis Anda itu sehingga akan semakin berkembang di masa depan. Tanpa Visi, jangan harap bisnis Anda bisa maju pesat.

3. Memahami dan Menghayati Misi Bisnis Anda

***Seperti halnya Visi, maka Anda pun harus menyiapkan Misi atau Aksi Anda untuk mengembangkan bisnis Anda sendiri. Siapkan Sasaran-Sasaran Bisnis Anda, langkah-langkah apa yang diperlukan untuk meraih sasaran bisnis tersebut. Tanpa memahami dan menghayati misi bisnis ini, Anda akan menyesal di kemudian hari.

4. Meyakini Sedang Melakukan Misi Bisnis Besar

***Ini hal wajib yang harus ada di benak pikiran Anda, yaitu yakin bahwa bisnis yang Anda jalankan ini adalah Bisnis Besar. Jangan pernah sekalipun meremehkan bisnis Anda sendiri, meskipun awalnya masih kecil.

5. Menenangkan Diri Sebelum Melakukan Misi Bisnis

***Harus tetap waspada kepada diri Anda sendiri. Kadang-kadang, saat memulai bisnis, bisa saja Anda terlalu “euphoria”…terlalu bersemangat tak terkendali. Ini justru sering bisa menjadi penghambat jalannya bisnis Anda. Segala sesuatu yang tak terkendali pasti berakibat tidak baik…meskipun yang tak terkendali itu semangat anda. Oleh sebab itu diperlukan ketenangan diri sebelum bertindak menjalankan misi bisnis Anda.

6. Konsisten Dalam Melaksanakan Bisnis

***Tentu saja Anda pun harus tetap konsisten dalam segala hal untuk mengembangkan bisnis Anda. Konsisten dalam bisnis artinya, Anda harus tetap melangkah maju…apa pun halangan di hadapan Anda…Anda tetap harus maju terus pantang mundur… Jangan pernah menyerah, jangan pernah kalah. Menyerah dan Kalah itu sebenarnya hanya ada di dalam pikiran Anda.

7. Menjaga Bisnis Dari Segi Kualitas Produk Dan Pelayanan

***Sejak Anda sudah berniat memulai bisnis sendiri, segi kualitas produk dan pelayanan ini harus sudah Anda canangkan di dalam program bisnis Anda, terutama di dalam pikiran dan hati nurani Anda.

8. Melakukan Upaya Promosi Bisnis Secara Bijak

***Bisnis bisa berkembang tentu saja butuh promosi. Tetapi hendaknya dalam rangka mempromosikan bisnis Anda ini, mesti bisa bersikap bijak. Pengertiannya adalah, jangan terlalu berlebihan mengunggulkan bisnis Anda. Berpromosi bahwa bisnis Anda memang sangat berkualitas…itu boleh dan sah-sah saja. Tetapi jika terlalu berlebihan, biasanya calon partner atau calon pelanggan Anda justru bertanya-tanya di dalam hatinya…benar nggak sih? Kadang bahayanya berlebihan dalam promosi ini, bisa saja Anda menyebut dan meremehkan pesaing bisnis Anda…ini tentu saja bisa berdampak negatif bagi bisnis Anda.

9. Banyak-banyak Mengingat ALLAH SWT, Sebelum, Pada Saat, dan Setelah Berbisnis

***Anda harus ingat! Bahwa sesungguhnya bisnis Anda itu sudah disediakan sebelumnya oleh Allah SWT. Anda bisa memulai berbisnis juga karena diridhoi oleh Allah. Jadi jangan sampai Anda merasa bahwa bisnis Anda bisa jalan karena usaha Anda sendiri. Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya, sebelum memulai bisnis, pada saat sedang berbisnis, dan setelah Anda menyelesaikan bisnis Anda. Intinya setiap saat seorang pebisnis semestinya selalu mau mengingat Allah SWT. Karena Anda hanya tinggal menjemput bisnis yang sudah disediakan oleh Allah.

Demikian “sharing” pengalaman saya dalam berbisnis sendiri. Semoga saja bisa memberikan manfaat buat rekan-rekan Entrepreneur lainnya.

Salam Luar Biasa Prima!

Source : trainer-tcc.blogspot.com