‘Untung Rugi Kerja Kontrak’

Kerja kontrak memang sering diasosaikan dengan adanya kepastian tapi juga ketidakpastian. Biasanya, karyawan lebih suka meraih kerja permanen karena lebih menjanjikan dan kepastian. Tapi benarkah kerja kontrak kurang mnguntungkan. Berikut tips ringan seputar untung ruginya kerja kontrak?

Sistem kerja kontrak biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergelut di bidang-bidang tertentu, seperti off-shore, pertambangan, perusahaan asing, dan perusahaan lain yang jenis usahanya berdasarkan proyek.

Sistem kerja kontrak ini diterapkan karena kebutuhan di suatu perusahaan yang biasanya berupa proyek jangka pendek. Dan proyek ini diharapkan akan selesai dalam jangka waktu tertentu. Begitu proyek selesai, otomatis kontrak kerja akan selesai.

Sebelumnya, pegawai kontrak harus mengetahui apa saja hak-hak yang akan diterima selama bekerja dan kewajiban apa yang harus dilakukan selama tenggang waktu tersebut. Hal tersebut, biasanya tertulis dalam surat kesepakatan kontrak kerja yang telah ditandatangani kedua belah pihak, yaitu pegawai kontrak dan perusahaan.

Memang ada juga perusahaan yang memperpanjang kontrak, misalnya karena prestasi pekerja itu bagus atau jika proyek tersebut diperpanjang. Kalau kontrak kerja tidak diperpanjang, pegawai ini akan mencari pekerjaan sejenis di tempat lain atau menjalankan bisnis lain.

Namun, kalau dilihat dari benefit, pekerja tetap jelas lebih aman dibanding pekerja kontrak. Misalnya, pekerja kontrak tidak mendapat fasilitas asuransi, pengobatan, kesehatan, transportasi, dan tunjangan lainnya. Dan lagi, pekerja kontrak tidak mengenal adanya jenjang karir.

Satu-satunya keuntungan pekerja kontrak ini adalah bagi mereka yang berselera ‘petualang’ dan pembosan. Karena di satu sisi memang ada tipe karyawan yang mudah jenuh dengan situasi kerja yang monoton. Sehingga orang-orang ini lebih memilih bekerja dengan sistem kontrak daripada menjadi pegawai tetap.

Selain itu dari segi penghasilan, kadang pekerja kontrak memang mendapatkan lebih besar daripada pekerja tetap. Terutama jika proyek yang dikerjakan berjalan sukses. Umumnya, pegawai ini akan mendapat bonus dalam jumlah yang tidak sedikit. Tetapi kalau kontraknya habis, berarti harus siap-siap mencari pekerjaan lain.

Dan kalau lagi ‘apes’ harus nganggur dulu beberapa bulan sampai dapat kerja lagi. Tapi, semua kembali lagi pada kebutuhan masing-masing. Mana yang menurut anda paling baik, itu yang akan anda pilih, setuju kan?

Sumber : GloriaNet

%d blogger menyukai ini: