Rekan Baru Anda Bukan Ancaman!

Kehadiran orang-orang baru di lingkungan perusahaan adalah hal yang biasa. Karena kehadiran mereka kerap dibutuhkan untuk memenuhi beban kerja perusahaan yang semakin meningkat atau dalam rangka memperluas jaringan usaha. Perusahaan-perusahaan besar yang telah melakukan merger ataupun akuisi dengan perusahaan sejenis lainnya otomatis juga akan menambah kehadiran rekan-rekan baru bagi anda.

Namun tak jarang kehadiran orang baru dengan segala kelebihannya dianggap suatu ancaman bagi sebagian karyawan. Rekan baru yang smart, berpendidikan tinggi, gesit, apalagi ditunjang penampilan yang ‘borju’ sekilas bagaikan meteor yang siap melesat dan mengancam posisi anda.

Padahal rekan baru tersebut sebenarnya harus disambut dengan positif dan gembira. Karena bukankah dengan hadirnya rekan baru berarti menambah jumlah teman yang sudah anda miliki sebelumnya? Tapi masalahnya, tidak semua orang bisa bersikap demikian. Reaksi yang muncul dengan hadirnya orang baru cukup beragam. Ada yang menolak, ragu-ragu tetapi tidak sedikit juga yang mau menerima dengan tangan terbuka. Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang sikap menerima kehadiran orang baru.

* Menolak. Kelompok yang menolak kehadiran orang baru, umumnya belum apa-apa sudah menunjukkan gejala penolakan, meskipun pendatang baru tidak menunjukkan sikap dan tingkah laku yang merugikan. Anehnya kelompok ini enggan menjelaskan ihwal penolakannya. Biasanya selanjutnya, kelompok ini merasa di pihak yang tidak pernah puas dan selalu bermasalah dengan mencari-cari kelemahan orang baru.

* Ragu-ragu. Kelompok ini biasanya diliputi ragu-ragu antara menerima dan menolak kehadiran rekan baru. Alasannya pun beragam ada yang terkejut, iri, terancam, minder, merasa lebih senior, dan tidak butuh. Reaksi kelompok ini pun macam-macam, ada yang menjaga jarak dengan pendatang baru, ada yang diam-diam menjadi pengamat kritis bagi rekan baru bahkan ada yang terang-terangan mencibir.

* Menerima. Mereka adalah orang-orang yang bersikap positif atas kehadiran orang baru. Potensi rekan baru oleh mereka dianggap sebagai pemacu semangat kerja sekaligus untuk mengukur potensi dirinya.

Nah kini bagaimana dengan sikap anda sendiri terhadap rekan-rekan baru di lingkungan anda? Apakah anda menolak, ragu-ragu atau menerima? Tetapi apapun judulnya, tidak perlu ada perasaan cemas dan khawatir dengan kehadiran orang baru. Toh sepandai-pandainya rekan baru tetap saja ia membutuhkan kerjasama dengan anda.

Setelah anda yakin tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tak ada salahnya jika anda bersikap terbuka terhadap mereka. Anggap saja mereka sebagaimana layaknya ‘anggota keluarga baru’ yang akan bekerja bersama-sama dengan ‘keluarga besar’ anda. Karena tentu anda sendiri akan merasa tidak nyaman jika bekerjasama dalam suasana yang ‘dingin’ dan tak bersahabat kan? Karena bisa saja sebenarnya rekan baru itu sama ‘keder’nya dengan anda. Artinya sebenarnya merekapun memiliki kecemasan dan perasaan yang sama dengan anda. Atau bisa jadi lebih cemas dan terancam dengan kehadiran anda. Jadi dengan menerima mereka sebagai anggota keluarga, semua perasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Kemudian hal yang tak kalah penting adalah jangan terjebak pada kesan pertama yang tidak seluruhnya benar. Karena tidak ada sumber yang paling akurat selain rekan baru itu sendiri. Ingat, kesan pertama secara subyektif tak terlepas dari distorsi. Lebih baik anda teropong rekan baru anda secara positif. Perhatikan kelebihan dan hal-hal positif rekan baru anda. Jika memang banyak hal positif yang bisa dipelajari dari rekan baru, tak ada salahnya jika anda mengadopsi hal positif tersebut.

Intinya dari semua hal tersebut adalah anda harus pintar memposisikan diri. Karena jika anda cukup ‘smart’ memposisikan diri tak jarang anda akan mampu mengambil strategi aliansi bukan strategi agitator yang memicu persaingan tak sehat dan konflik. Sehingga anda tetap dapat nyaman bekerja dengan kehadiran rekan baru, bukan? So, selamat berkolaborasi dengan rekan baru…!

Sumber : GloriaNet

%d blogger menyukai ini: