MEMERIKSA TINGKAT STRES ANDA

Pekerjaan bisa menjadi sumber utama stres karena sebagian besar kegiatan orang-orang di kota besar dihabiskan untuk pekerjaan. Pekerjaan menyita sebagian waktu hidup, bahkan merupakan sentral kegiatan di samping keluarga.

Barangkali Anda jenis orang yang begitu tersita waktunya untuk pekerjaannya. Pulang larut malam, pagi-pagi sudah pergi lagi. Bahkan akhir pekan pun terkadang Anda harus menyelesaikan pekerjaan Anda di rumah atau malah harus bekerja setengah hari di kantor. Sama sekali tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga, kerabat atau pasangan Anda.

Beruntung kalau Anda bisa menikmati pekerjaan di tempat Anda sekarang, bayangkan orang yang sebenarnya merasa tertekan dengan pekerjaan atau lingkungan kerjanya, tapi harus bertahan untuk terus bekerja. Paling tidak harus berada di kantor selama waktu kerja 7-8 jam sehari. Putaran waktu mengharuskan Anda untuk kembali menghadapi kenyataan yang sama sekali tidak menyenangkan.

Siapa pun diantara Anda, suatu waktu, pasti akan merasakan tekanan ketika bekerja. Kadang-kadang tekanan itu begitu berat, membuat Anda letih, mudah marah, dan tidak produktif.

Menurut ILO (International Labour Organization), tahun 1993 kerugian ekonomi akibat stres pekerjaan di Amerika Serikat setara dengan 200 milyar dollar AS dalam bentuk kehilangan produktivitas, klaim asuransi kesehatan, pengeluaran untuk kesehatan lainnya dan upah yang hilang karena ketidakhadiran.

Untuk memeriksa tingkat stres Anda ketika bekerja, jawablah kuis kecil berikut yang dikembangkan oleh Paul J Rosch, MD, ketua American Institute of Stress di Yonkers, New York.

Aturannya:
Beri skor 1 poin, untuk tiap pernyataan yang tidak Anda setujui.
Beri skor 2 poin, untuk tiap pernyataan yang sampai batas tertentu Anda setujui.
Beri skor 3 poin, untuk tiap pernyataan yang sangat Anda setujui.

1. Saya tidak dapat mengungkapkan pendapat saya yang sesungguhnya dalam pekerjaan.
2. Tanggung jawab saya banyak tetapi wewenang saya tidak seberapa.
3. Saya dapat bekerja jauh lebih baik asalkan tidak diburu-buru.
4. Saya jarang memperoleh pengakuan atau penghargaan.
5. Saya tidak bangga, atau puas, dengan pekerjaan saya.
6. Saya diculasi dan didiskriminasi dalam pekerjaan.
7. Tempat kerja saya bukan tempat yang menyenangkan atau aman.
8. Pekerjaan saya bersilang jalan dengan tuntutan keluarga dan kebutuhan pribadi.
9. Saya cenderung sering berbeda pendapat dengan atasan, rekan kerja, atau klien.
10 Saya merasa kurang memegang kendali atas hidup saya dalam pekerjaan.

Berikut ini cara mengartikan hasil kuis ini:
Skor 10 hingga 16 poin, menunjukkan Anda dapat menangani stres dengan baik.
Skor 17 hingga 23 poin berarti Anda dapat menangani stres dengan cukup baik.
Skor 24 hingga 30 poin berarti Anda perlu memecahkan masalah-masalah yang telah menyebabkan Anda mengalami stres berat.

Tips sederhana
Jika kesimpulannya Anda mengalami stres berat dalam pekerjaan, hal paling sederhana yang bisa segera Anda lakukan adalah memperhatikan jenis makanan yang Anda konsumsi. Potong stimulan seperti kopi dan cola. Buang kudapan asin yang kosong kalori itu.

Buang godaan menu junk-food mulai dari cakes, burger, fried chicken sampai permen. Makanan-makanan ini dapat memberi Anda pacuan energi dalam waktu singkat, tetapi menyebabkan kelelahan saat energinya habis. Hindari lemak, minyak, serta minuman keras, sebab akan membuat Anda semakin depresi dan menggangu tidur.

Tambahkan kudapan buah segar. Minum banyak air segar. Makanlah tiga kali sehari disertai sayuran segar, gandum dan makanan serat tinggi lainnya. Cobalah makan buah yang masih utuh sebagai ganti jus pada waktu sarapan. Bisa pula sereal. Inilah bahan bakar yang meningkatkan stamina Anda.

Meremas Sesuatu
Siapkan alat untuk latihan tangan atau bola tenis di meja kerja Anda dan remas-remas beberapa kali ketika Anda sedang tegang. “Ketika stres menyuntikkan adrenalin ke dalam aliran darah, Anda harus mempekerjakan otot Anda,” kata Roger Cady MD direktur medis Shealy Institute for Comprehensif Health Care di Springfield, Missouri.

“Meremas sesuatu memungkinkan kebutuhan Anda untuk mengeluarkan tanggapan bertempur, memukul seseorang atau lari terpuaskan,” begitu saran Dr Roger Cady. Ya, coba saja Anda lakukan, siapa tahu membantu Anda mengurangi stres secara lebih efektif. Dari pada memukul seseorang di kantor, pasti jauh lebih baik meremas sesuatu. Bola pingpong, maksudnya.

Sumber : GloriaNet

%d blogger menyukai ini: