Alasan di Balik Kerja Lembur

Selama ini orang yang sering lembur identik dengan karyawan yang loyal dan rajin. Karena mereka bersedia bekerja di luar batas jam kantor. Padahal tidak selalu demikian lho. Ternyata, orang yang ‘doyan’ lembur tidak semata-mata karena rajin atau loyal kepada pekerjaannya. Ada beberapa alasan yang mendasari kenapa karyawan lembur.

Alasan lembur yang paling umum adalah untuk melanjutkan pekerjaan yang tidak selesai di siang hari, terutama saat mendekati ‘deadline’. Atau saat beban kerja lebih banyak daripada biasanya. Pada kasus ini, banyak karyawan yang terpaksa lembur untuk menyelesaikan atau mengurangi beban kerja yang banyak itu.

Tapi patut anda ketahui, menurut pakar karir, orang yang sering lembur memiliki manajemen yang cukup buruk terhadap kinerjanya. Sehingga ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya secara ontime. Jadi mau nggak mau, ia harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda di siang hari.

Selain itu pada sebagian karyawan memilih bekerja lembur karena lebih konsentrasi dan produktif bila bekerja di malam hari. Mereka lebih senang lembur karena suasananya yang lebih sunyi dan tenang dibanding jam kantor biasa. Kondisi ini memungkinkan karyawan untuk lebih berkonsentrasi. Hingga mereka lebih senang bekerja malam hari ketimbang siang hari.

Tapi tak dapat dipungkiri bahwa mereka yang lembur juga memiliki alasan keuangan, seperti menambah pendapatan. Karena selama ini perusahaan memiliki kebijaksanaan membayar uang lembur pada karyawannya yang bekerja di luar jam kantor. Sebagian lagi memilih lembur untuk ‘mengambil hati’ atasan. Dengan sering lembur, mereka berharap akan mendapat simpati bos dan siapa tahu disodori promosi jabatan.

Tapi ada juga alasan yang lebih pribadi. Pada beberapa karyawan memilih bekerja lembur untuk menghindari masalah pribadi di rumah. Mereka sengaja berlama-lama di kantor karena tidak ingin cepat sampai di rumah. Mereka khawatir semakin cepat sampai di rumah akan semakin cepat pula menemukan masalah baru di rumah.

Nah sekarang, coba deh identifikasi alasan lembur anda. Dan komunikasikan kepada lingkungan agar tidak terjadi prasangka negatif. Tapi sebetulnya apapun alasan anda untuk lembur, oke-oke aja sejauh anda bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Selama perusahaan tidak mempermasalahkan kegiatan lembur anda dan dan anda menikmati lembur, anda dapat meneruskan cara kerja anda.

Yang penting setiap anda lembur, ada sesuatu yang anda hasilkan. Bukan sekedar berlama-lama di kantor lalu pulang larut malam. Toh nggak ada salahnya menjadi ‘mahluk malam’ yang profesional!

Sumber : GloriaNet

%d blogger menyukai ini: